Eloknya Tari Reog Ponorogo dengan Sedikit Sentuhan Mistis


Reog Ponorogo – Kesenian khas Jawa Timur ini bukan hanya dikenal di Indonesia saja tapi hingga ke berbagai Negara. Bahkan, pada tahun 2007 pernah terjadi perdebatan antara Indonesia dan Malaysia mengenai pemilik sah tarian reog ponorogo. Walaupun begitu, dunia tetap mengakui jika kesenian ini berasal dari Indonesia. Dunia memang dibuat takjub oleh reog, karena topeng yang digunakan memiliki berat 50 kg, apalagi harus digunakan sambil menari.

Topeng yang memiliki sebutan dadak merak ini tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Secara teknis, barong atau orang yang menggunakan topeng reog harus memiliki gigi dan rahang yang kuat karena harus mengigit kayu yang ada di dalamnya. Selain itu, tarian reog ponorogo ini juga kerap dikaitkan dengan kekuatan supranatural dan ilmu hitam. Hal ini kerap terlihat pada setiap aksi atau pertunjunkannya.


Tari Reog Ponorogo



Seni Pertunjukan Reog Ponorogo

Pentas tarian reog pasti berlangsung secara meriah karena selalu diiringi alunan musik khas daerah yang berasal dari instrument gamelan seperti kempul, ketipuk, ketuk, kenong, genggam dan lainnya. Umunya, penari reog berjumlah 20-30 orang. Setiap penari memiliki peran masing-masing tergantung dari jenis cerita yang dibawakannya. Sedangkan peran utama dari kesenian ini adalah warok dan barong.

Baca Juga : Melihat Kesenian Wayang Golek yang Masih Bertahan Hingga Sekarang


Mengenal Sejarah Reog Ponorogo

Sebelum pembahasan lebih lanjut, ada baiknya kita menengok ke belakang mempelajari sejarah reog. Kata “reog” itu sendiri berasal dari kata “reyog” yang artinya tembang kehidupan. Sedangkan Ponorogo merupakan kota asal reog itu sendiri. Jika Anda datang ke kota ini, ketika memasuki gerbang akan terlihat dua sosok yang sering tampil pada pementasan reog yaitu warok dan gemblak.
Sebenarnya ada banyak versi mengenai sejarah reog, namun ada satu versi kisah yang sesuai dengan kota asal reog itu sendiri yaitu versi cerita Majapahit.


Dahulu, pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit abad ke 15 terjadi kekacauan yang luar biasa yang disebabkan oleh salah satu abdi kerajaan yang memberontak, ia bernama Ki Ageng Kutu. Setelah diselidiki, ternyata Ki Ageng Kutu sangat marah terhadap istri raja Majapahit yang berasal dari Tiongkok karena memberikan pengaruh yang buruk terhadap kerajaan.

Selain itu, ia juga sangat marah kepada raja Majapahit kala itu karena terlalu korup dan banyak melakukan tindakan yang kotor. Maka dari itu, Ki Ageng Kutu melarikan diri dan mendirikan perguruan untuk mengajarkan seni bela diri, ilmu kebal dan ilmu kesempurnaan kepada anak-anak muda di sekitar perguruan. Harapnnya, anak-anak muda ini kelak menjadi bibit pengganti kerajaan Majapahit.

Namun, Ki Ageng sadar jika muridnya kalah jumlah dengan pasukan Majapahit maka ia menggelar suatu pertunjukan seni Reog yang berisi sindiran kepada kerajaan Majapahit yang saat itu dipimpin oleh Kertabhumi. Kepala singa yang disebut Singa Barong merupakan simbol untuk Kertabhumi, sedangkan bulu-bulu merak yang di atasnya merupakan simbol pengaruh kuat rekan cinanya yang mengatur segala pergerakannya.

Sedangkan jatilan yang diperankan oleh penari gemblak yang sedang menunggang kuda merupakan simbol dari pasukan kerajaan Majapahit yang sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa-apa.  Seni Tarian reog ini semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas, sehingga membuat raja Kertabhumi geram dan mengambil tindakan dengan menyerang perguruan Ki Ageng Kutu. Akhirnya perguruan dilarang untuk dilanjutkan dan juga dilarang mengajarkan berbagai hal tentang warok.

Baca Juga :  Gerakan Tari Saman Asal Aceh yang Mampu Memukau Mata Dunia


Perkembangan Reog Ponorogo

Kesenian ini semakin berkembang dan mengalami beberapa perubahan, namun masih menggunakan beberapa unsur mistis seperti ilmu kebal dan kekuatan tubuh. Alur cerita yang disajikan oleh para penarinya juga sangat beragam, mulai dari cerita tentang kerajaan, cerita rakyat dan lainnya. Tarian yang khas dan alunan gamelan yang halus membuat pertunjukan reog semakin enak dilihat.


Sekarang ini kesenian reog juga digelar untuk berbagai macam acara, mulai dari acara pernikahan, pertemuan daerah, hingga acara kenegaraan. Saking terkenalnya tarian reog ini, tidak sedikit turis atau warga Negara asing yang tertarik untuk mempelajarinya.



Sangat disayangkan, jika para generasi muda Indonesia enggan mempelajari kesenian bangsanya sendiri, sedangkan warga Negara asing malah berlomba-lomba untuk mempelajari tari reog ponorogo ini. Lestarikan kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia agar tetap terjaga dan terkenal hingga ke seluruh dunia.