Kemewahan Peninggalan Kerajaan Kutai yang Bersejarah dan Memikat Mata




Sejarah Kutai – Kerajaan Kutai merupakan Kerajaan Hindu tertua di Nusantara (Indonesia tempo dulu), hal ini berdasarkan berbagai bukti peninggalan yang ditemukan oleh para arkeolog. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke 4 di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepat di penghulu sungai Mahakam. Sebenarnya, nama “Kutai” itu sendiri diambil dari tempat ditemukannya prasasti yang menjelaskan keberadaan kerajaan tersebut pertama kali.

Sayangnya, tidak banyak buku sejarah yang membahas peninggalan bersejarah dari Kerajaan Kutai yang saat ini tersusun rapih di Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kertanegara. Sedangkan peninggalan lainnya disimpan di Museum Nasional Jakarta. Namun, ada seorang ahli sejarah asal Belanda  bernama C.A Mees membuat sebuah karya tulis berjudul De Kroniek Van Kutai pada tahun 1935.




Peninggalan Kerajaan Kutai yang Sangat Bersejarah



C.A. Mees sangat yakin jika kata “Kutai” bukanlah nama tempat melainkan diambil dari kata “Koti” yang berarti ujung, hal ini dikarenakan posisi tempat kerajaan ini berada di bagian ujung timur Pulau Kalimantan. Eksistensi sebuah kerajaan sebenarnya bisa diketahui dari peninggalannya, lalu apa saja peninggalan Kerajaan Kutai ? Berikut ulasannya.


1. Kalung Ciwa


Kalung ini ditemukan pada tahun 1890 ketika masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman oleh seorang warga yang tinggal di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman. Hingga saat ini, kalung ciwa masih tetap digunakan sebagai perhiasan Kerajaan yang digunakan ketika penobatan sultan yang baru.


2. Perhiasan Kura Kura Emas


Anda bisa melihat perhiasan kura-kura emas ini di museum Mulawarman. Ukuran perhiasan ini kurang lebih setengah kepalan orang dewasa yang ditemukan di wilayah Long Langlang bagian dari hulu sungai Mahakam. Benda ini adalah salah satu persembahan dari seorang pangeran Kerajaan di China untuk putri Raja Kutai yang bernama Aji Bidah Putih. Kura kura emas ini merupakan bentuk kesungguhan sang pangeran untuk mempersunting sang puteri.

Perhiasan ini ternyata dibuat dari emas 23 karat yang memang sengaja dibentuk menyerupai kura kura yang dipercaya sebagai wujud lain dari dewa Wisnu. Nantinya, kura kura emas ini digunakan ketika penobatan Sultan Kutai Kertanegara.

Baca Juga: Terungkap Sejarah Candi Prambanan yang Sebenarnya

3. Kalung Uncal


Perhiasan yang satu ini merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kutai yang sangat cukup mewah. Kalung uncal terbuat dari emas seberat 170 gram yang dihiasi liontin, pada setiap sisinya terukir semacam relif yang menceritakan kisah Ramayana. Kalung ini digunakan oleh Sultan Kutai Kertanegara setelah berhasil menaklukan Kutai Martadipura.

Kalung ini merupakan identitas seorang raja yang artinya kalung uncal hanya bisa digunakan oleh Sultan atau Raja. Kalung Uncal digunakan untuk 2 momen penting sang Raja yaitu ketika pernikahan dan pelantikan. Bahkan, suatu pelantikan atau pengangkatan belum dikatakan sah jika tidak menggunakan kalung uncal.

4. Pedang Sultan Kutai


Peninggalan lain Kerajaan Kutai yaitu sebuah pedang Sultan Kutai yang terbuat dari emas dan pada bagian sisinya terukir gambar harimau yang akan menerkam, sedangkan pada sarung pedang terdapat ukiran seekor buaya. Jika Anda penasaran dengan bentuk pedang Sultan Kutai ini, Anda bisa lihat langsung di Museum Nasional Jakarta.


5. Singgasana Kerajaan Kutai


Salah satu peninggalan yang masih disimpan di museum Mulawarman adalah singgasana yang pernah digunakan para Sultan Kerajaan Kutai. Pada singgasana terdapat perpaduan umbul-umbul dan kelambu yang terlihat indah.

Baca Juga : Sisi Lain Candi Borobudur yang Penuh Misteri

6. Keris Bukit Kang


Permaisuri pertama Raja Kutai Kertanegara yang bernama Aji Putri Karang Melenu merupakan orang pertama yang menggunakan keris ini. Konon, sang permaisuri dahulu adalah putri yang ditemukan di dalam sebuah gong yang hanyut di sungai, di dalam gong tersebut juga terdapat keris bukit kang dan sebuah telur ayam.

7. Prasasti Yupa


Dari sekian banyak peninggalan Kerajaan Kutai, Prasasti Yupa adalah penginggalan yang paling bersejarah dan tertua. Prasasti ini berupa tiang batu yang biasa digunakan untuk mengikat hewan atau manusia yang akan dipersembahkan untuk para dewa.

Ada 7 Prasasti Yupa yang terukir tentang perjalanan Kerajaan Kutai mulai dari kehidupan sosial, politik, kebudayaan, nama-nama raja dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat kala itu. Saat ini, seluruh prasasti Yupa disimpan di Museum Nasional, Jakarta.


Masih banyak peninggalan Kerajaan Kutai yang tidak bisa dijabarkan satu per satu. Setiap peninggalan tentunya memiliki history yang berbeda-beda. Namun, jika Anda masih penasaran dan ingin melihat langsung semua peninggalan tersebut, silakan datang ke Museum Nasional di Jakarta dan Museum Mulawarman di Kalimantan.