Terungkap Sudah Sejarah Candi Prambanan yang Sebenarnya


Candi Prambanan – peninggalan bersejarah ini merupakan wilayah candi Hindu yang terbesar dan terluas di Indonesia. Berdasarkan penelitian para sejarawan, komplek candi ini dibangun pada abad ke 9 masehi sebagai bentuk persembahan kepada Trimurti (Tiga dewa utama dalam agama Hindu) yaitu Dewa Brahma sang pencipta, Dewa Wishnu sang penjaga dan pemelihara, dan Dewa Siwa sang penghancur.

Komplek candi Prambanan dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO dan juga menjadi salah satu kawasan candi terindah di wilayah Asia Tenggara. Arsitekturnya yang menarik dan unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berasal dari berbagai Negara. Di dalam komplek candi terdapat satu candi utama yang disebut Candi Siwa yang tingginya mencapai 74 meter.



Sejarah Candi Prambanan


Sejarah Berdirinya Candi Prambanan Berdasarkan Cerita Rakyat

Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, Candi Prambanan merupakan sebuah pembuktian cinta seorang raja. Dahulu di wilayah Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yang saling berebut kekuasaan yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka.

Kerajaan Penggin dipimpin oleh Prabu Damar Maya yang memiliki putra mahkota bernama Bandung Bondowoso. Sedangkan kerajaan Baka dipimpin oleh Prabu Baka yang memiliki putri mahkota yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.

Pada suatu waktu, Kerajaan Baka menyerang Kerajaan Pengging tapi diluar dugaan, ternyata Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Ketika Bandung Bondowoso menyerang balik ke dalam istana Kerajaan Baka, ia berhadapan dengan sang putri mahkota, Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso sangat terpesona melihat kecantikannya dan berniat ingin melamarnya.


Sebenarnya Roro Jonggrang sangat kesal dengan Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahnya, tapi ia juga takut jika menolak lamarannya. Kemudian Roro Jonggrang mendapatkan ide supaya Bandung Bondowoso tidak jadi melamarnya.

Baca Juga: Mengulas Sejarah Kerajaan Melayu Lebih Dalam dan Objektif

Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi dan dua sumur dalam satu malam. Diluar dugaan ternyata permintaan tersebut disanggupi oleh Bandung Bondowoso, hal ini tentu saja sangat mudah bagi Bandung Bondowoso karena ia memiliki bala tentara jin.

Dengan segala kesaktiannya dan bantuan dari bala tentara jin yang dimilikinya, Bandung Bondowoso mampu membangun candi dengan cepat hingga dua per tiga malam. Tinggal tiga candi dan dua sumur lagi yang belum dibuat.

Hal tersebut tentu saja membuat Roro Jonggrang gelisah dan ia pun berpikir keras untuk menggagalkan usaha Bandung Bondowoso menyelesaikan ketiga candi terakhir. Beberapa saat kemudian, Roro Jongggrang mendapatkan ide. Roro Jonggrang menyuruh para dayang kerajaan untuk berkumpul dan membakar jerami sebanyak-banyaknya agar warna langit terlihat kemerahan sehingga suasananya seperti sudah pagi.

Selain itu, Roro Jonggrang juga meminta para dayang untuk menaburkan bunga yang memiliki bau semerbak supaya tercium dan membuat ayam langsung berkokok.  Selain itu, Roro Jonggrang juga meminta para dayang untuk mengetuk lumbung padi dengan keras. Mendengar suara ayam berkokok, ketukan lumbung padi dan melihat warna langit kemerahan, pasukan jin Bandung Bondowoso berbondong-bondong pergi meninggalkan lokasi pembuatan candi.

Ternyata Bandung Bondowoso mengetahui bahwa dirinya dipermainkan oleh Roro Jonggrang. Dengan amarah yang teramat besar kemudian Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca. Sekarang ini arca Roro Jonggrang bisa dilihat di sekitar kompleks Candi Prambanan.

Dengan ditemukannya prasasti shivagrha maka terjawab sudah asal-usul pembuatan Candi Prambanan. Berdasarkan tulisan yang terdapat pada prasasti tersebut yang diukir sekitar tahun 856 M ini menjelaskan bahwa Candi Prambanan dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Siwa.,

Selain itu, nama pada prasasti tersebut dituliskan jika Candi Prambanan merupakan Shiva-grha yang berarti rumah Siwa.


Berdasarkan penjelasan dari prasasti ini, terungkap sudah teka-teki mengenai sejarah berdirinya Candi Prambanan. Bahkan, pada prasasti tersebut juga menjelaskan ada perencanaan pembangunan dalam skala besar di kawasan Candi Prambanan.


Pembangunan Candi Prambanan

Berdasarkan peninggalan yang ditemukan di beberapa lokasi Candi Prambanan. Terungkap bahwa Candi Prambanan dibangun pada wangsa Sanjaya sekitar tahun 852 M oleh Kerajaan Mataram. Pembangunan ini dilakukan setelah dibangunnya Candi Borobudur.

Harus diakui jika Kerajaan Mataram memiliki kemampuan membangun yang sangat luar biasa, beberapa hasil bangunannya yaitu Boroboduru, Keraton Sewu, dan masih banyak lagi.

Kompleks Candi Prambanan terus dilakukan selama dinasti Sanjaya berkuasa. Setelah itu, komplek candi ini diperluas pada masa pemerintahan Rakai Belitung pada tahun 899-911 M. Bangunan yang paling tinggi di kawasan Prambanan adalah Candi Siwa yaitu 47 M mengalahkan bangunan paling tinggi di Candi Boroboduru yang hanya 35 M.

Lokasi Candi Prambanan


Dengan jalur yang mudah dilewati dan lokasi yang sangat strategis membuat objek wisata sejarah Candi Prambanan tidak sulit untuk ditemukan. Jarak yang harus ditempuh dari Yogyakarta kurang lebih 17 Km. Untuk wilayahnya itu sendiri, Candi Prambanan masih berada di Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten.


Hingga saat ini Candi Prambanan menjadi objek favorit para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah. Memang harus diakui jika Sejarah Candi Prambanan yang berasal dari cerita rakyat menjadi salah satu daya tarik yang mengundang banyak wisatawan untuk datang kesini.