Explore Taman Nasional Bali Barat, Habitat Terakhir Burung Jalak Bali


Taman Nasional Bali Barat - Bali selain dikenal dengan deretan pantainya yang indah, ternyata juga mempunyai sebuah taman Nasional, namanya Taman Nasional Bali Barat, yang merupakan tempat kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi.

Ekosistem yang terdapat di Taman Nasional ini bisa dibilang sangat lengkap, karna tempat ini merupakan, perpaduan dua ekosistem, darat dan laut. Ekosistem darat diantaranya adalah hutan mangrove, hutan pantai,hutan musim, hutan hujan dataran rendah, evergreen, savana, dan river rain forest. Sedangkan untuk ekosistem laut diantaranya adalah: coral reef, padang lamun, pantai pasir, perairan laut dangkal dan perairan laut dalam.

Kawasan Pelestarian Alam TNBB

Taman Nasional Bali Barat merupakan Kawasan Pelestarian Alam dengan ekosistem asli dan merupakan habitat terakhir bagi burung jalak bali. Memiliki begitu banyak keragaman hayati seperti terumbu karang dan biota laut, terdapat juga hutan rawa payau, dan vegetasi mangrove.

Taman Nasional ini menjadi sangat istimewa karena merupakan tempat habitat terakhir dari jalak bali. Burung cantik ini berkumpul di Semenanjung Prapat Agung, tepatnya Teluk Brumbun dan Teluk Kelor. Burung ini merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali serta dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. Ke indahan bulu dari burung jalak bali yang menjadikanya banyak di minati oleh banyak orang penyuka burung hias.

Sejarah dibentuknya Taman Nasional Bali Barat bisa dibilang burung jalak bali lah yang menjadi alasan utama terbentuknya. Bermula pada 24 Maret 1911 ketika kapal Ekspedisi Maluku II yang mengalami kerusakan dan terpaksa harus bersandar di sekitar wilayah Singaraja, di dalam kapal tersebt salah satu diantaranya merupakan seorang ahli biologi yang bernama Dr Baron Streesman. Selama 3 bulan tinggal di wilayah tersebut, Stressman menemukan jalak bali di Desa Bubunan, sekira 50 km dari Singaraja dan mengkategorikannya sebagai spesies burung endemik yang langka dan berbeda dengan jenis lain dari seluruh spesimen.

Fauna Taman Nasional Bali Barat



Fauna yang terdapat di arean Taman Nasional ini memiliki sekitar 17 jenis mamalia dan 160 jenis burung (aves), ada pula berbagai jenis reptil dan ikan. Jenis-jenis fauna yang dilindungi di tempat ini, antara lain adalah jalak bali (Leucopsar rothschildi), trenggiling, kesih (Manis javanicus), jelarang, kapan-kapan (Ratufa bicolor), landak (Hystric branchyura), menjangan (Cervus timorensis), pelanduk, kancil (Trangulus javanicus), banteng (Bos javanicus), penyu rider (Lepidochelys olivceae), biawak (Varanus salvator), dan lain sebagainya.

Flora Taman Nasional Bali Barat



Flora yang terdapat di kawasan Taman Nasional ini terdapat sekitar 176 jenis. Jenis-jenis flora yang dilindungi di TNBB adalah: bayur (Pterospermum diversifolium), buni (Antidesma buniu), bungur (Langerstroemia speciosa), burahol (Steleochocarpus burahol), cendana (Santalum album), kemiri (Aleuritas moluccana), kepah (Sterculia foetida), kesambi (Schleichera oleosa), kruing bunga (Diptercocaus hasseltii), mundu (Garcinia dulcis, pulai (Alstonia scolaris), sawo kecik (Manilkara kauki), Sono keling (Dalbergia latifolia), dan trengguli (Cassia fistula).

Luas Taman Nasional Bali Barat

Sementara itu luas dari Taman Nasional Bali Barat yaitu 19.002,89 ha, yang meliputi kawasan Terestrial seluas 15.587,89 ha. dan kawasan perairan selaus 3.415 ha. Taman Nasional ini telah di kukuhkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.493/Kpts-II/1995 tanggal 15 September 1995.

Untuk dapat menikmati dan masuk ke kawasan Taman Nasional, anda akan di kenakan biaya Rp 2.500,00 per orang (wisatawan domestik) dan Rp 20.000,00 (wisatawan asing).



Nah, itulah sedikit yang dapat Ngeksplore Mania bagikan mengenai Taman Nasional Bali Barat yang merupakan sebagai tempat habitat terakhir burung jalak bali. Semoga dapat menjadi referensi bermanfaat saat berkunjung ke Bali. Selamat berlibur dan teruslah mengeksplore Indonesia !!